Hi Hi!
Wow, udah lumayan lama ni gak posting. Mohon maklum, penyakit malas aku lagi kambuh dan susah disembuhin. Well, kali ini aku ingin memposting mengenai *drumroll*...... tingkatan pekerjaan!
Mungkin kalian berpikir, wah sebenernya siapa sih ni gracia ini, sok sok ingin jelasin tentang tingkatan pekerjaan, padahal kerja aja belum, wisuda juga belom, KULIAH bahkan belom, kerjaannya aja cuma dirumah baca2 komik online
.........................................................
Tersungkur di sudut kamar......................
Kk2, aku emang belom kuliah, tapi udah mau masuk kok ini bentar lagi. Kerjaan aku emang baca komik tapi aku rajin bantu2 oma di rumah kook. Beneran deh. Percayalah. *pasang muka imut*
Back to the laptop!
Posting kali ini bukan mau jelasin secara rinci tentang tingkatan pekerjaan yang ada di masyarakat kok, bukan sama sekali, aku hanya ingin menyampaikan aspirasi aku sedikit tentang pekerjaan yang ada di sekitar aku dan tanggapan orang lain terhadap pekerjaan tertentu, aku sengaja ngambil judul TINGKATAN PEKERJAAN, supaya terdengar keren.........
Teman-teman, seperti yang kita ketahui bersama banyak orang menganggap remeh suatu pekerjaan yang kecil. Kalau kita lihat di kehidupan kita sehari-hari apalagi di kalangan ibu-ibu, apalagi kalau udah ngumpul-ngumpul gitu, palingan cerita tentang anaknya kan. Aku ambil contoh:
Jeng A: “Hai jeeng, lama nih gak ketemu *cipika cipiki*”
Jeng B: “Iya nih jeeng, gimana kabarnya? *cipika cipiki balik*”
Jeng A: “Baik kok, eh jeeng anak kamu kan bentar lagi lulus SMA ni, rencananya dia mau masuk apa?”
Jeng B: “Ooh, hmm, aku maunya sih dia ambil dokter gitu, atau gak pengacara, atau gak astronot, pilot juga boleh, supaya banyak dikenal orang tuh jeng dan paling penting lagi kan banyak duitnya juga nanti, kan aku palingan kena imbasnya teehee *senyum malu2*”
Jeng A: “wow amazing, iya ya jeng, anak aku juga ah mau mau dimasukkin ke jurusan-jurusan kayak gitu, supaya nanti anak kita sama-sama terkenal dan banyak uang yaah”
Jeng B: “iyaa, teehee *senyum malu2*”
Jeng A: “tos jeng!”
Jeng B: “ iya tos!,teehee”
.........................................................
Itu hanya ilustrasi, tapi kira2 begitulah pemikiran orang tua kita zaman sekarang. Bukan semuanya lho, bukan. Tapi beberapa ada yang kayak gitu, termasuk yang aku lihat disekitar aku. Kebanyakan hanya memikirkan gelar, “wah kalau anak aku jadi dokter kan hebat tuh, disegan-segan orang” benar begitu adanya, dan itu kenyataan karena pekerjaan dokter itu bagus dan berjasa juga. Tapi kalau hanya agar disegani orang lalu memaksakan anaknya untuk masuk ke jurusan yang dia gak mau kan susah. Misalnya anaknya punya cita-cita jadi fotografer ehhh malah ditarik-tarik jadi pengacara. Bahkan yang lebih menyedihkan lagi kalau dari lahir udah di tentuin sama orang tuanya besar harus jadi apa, masuk jurusan apa, kayak di film Three Idiots itu tuuh, waktu siapa tuh lahir aku udah lupa namanya, ayahnya langsung bilang kira-kira kayak gini “You will be an engineer!”. Astaga, oom, anaknya baru mau menghirup udara bebas udah langsung dikasih beban yang dahsyat. Padahal kan belum tau anaknya maunya jadi apa udah langsung dikasih cap ENGINEER besar-besar dikeningnya. Kasian kasian kasian....
Benar sih orang tua bersikap begitu karena berpikir prospek kedepan pasti bagus, hidup anaknya bakalan terjamin karena dalam pikiran orang tua rata-rata yang jadi pengacara atau dokter atau sejenisnya pasti akan hidup tenang, kaya, dan damai sejahtera. Pokoknya sukses lah.
Tapi kan an penentu kesuksesan bukan dari pekerjaan, walaupun pekerjaan kita bagus tapi kalau kitanya yang terpaksa ngerjain pekerjaan itu, atau emang gak niat sama sekali, setinggi tingginya jabatan kita nantinya kalau kita kayak gitu, itu sama aja dengan nihil, nol, zero, tarada, tidak ada, nehi!
Tapi, kalau kita menekuni suatu pekerjaan apapun pekerjaan itu, loper koran kek, penjual martabak mini kek, supir angkot, dan lain-lain pasti kita akan menggapai kesuksesan itu. Tapiii, sekali lagi, itu kalau kita menekuni pekerjaan tersebut dan rajin ditambah dengan banyak berdoa pada sang Pencipta, kita bisa sukses. Bisa saja seorang penjual martabak mini yang awalnya bekerja sebagai bawahan, tapi karena dia rajin dan tekun dia bisa berusaha sendiri dan membuka stand martabaknya sendiri, atauu supir angkot, kalau dia tekun dan rajin serta banyak berserah pada sang Pencipta, dia bisa kumpulin uang buat tambah beli angkot lalu sewa orang buat bawain angkotnya itu, kalau begitu terus nantinya dia kan bisa jadi juragan angkot dan sukses.
![]() |
| akibat sederhana dari ketidaktekunan, gambarnya dari sini |
Nahhh, sekianlah pemikiran saya yang sederhana ini. Jadi bagi kita yang galau tentang pekerjaan kita nantinya, atau berpikir, “yaah, jurusan yang aku pilih sepertinya gak cukup menjanjikan untuk kehidupan aku bersama istri serta sanak saudara aku nantinya” STOP! engkau mencuri hatiku berpikir demikian, apapun pekerjaan kita nantinya tapi kalau kita sungguh-sungguh dalam menekuninya pasti kita akan berhasil. Bahkan uang juga bukan penentu kebahagiaan kita kan? Kan? Kan? Ayo ayo setuju.
Begitulah postingan saya dengan judul yang keren ini. Mohon maaf kalau terkesan sok ke ahli-ahlian, aku bukan seorang ahli, tapi ini semua muncul dari pemikiran aku yang terdalam, karena aku juga sempat merasakan hal demikian :)
“If we really put our mind into our work, step by step the brighter future will show itself. Trust in yourself, don’t let other people turn you down. Fix your mind into one aim and work hard to gain it.”
Eh... apa yah yang aku bilang barusan -___-








